Wednesday, 18 September 2013
0 comments

Panduan Cara Menginstall Debian 5.0 Lenny Berbasis Text (CLI)


1. Installer boot menu, pilih Install lalu tekan enter.
Install Debian
2. Bahasa yang digunakan, pilih Bahasa Inggris alias English.
Pilih Bahasa

3. Pilih negara, karena kita tinggal di Indonesia pilih Indonesia. 
Pilih Negara
Pilih Negara
Pilih Negara
4. Keyboard layout, pilih American English.
Keyboard Layout
5. Karena kita nantinya akan me-nyetting jaringan pada Debian, pilih No. Bila pilih Yes, kita akan memakai setting-an jaringan secara default.
Default Route
Kemudian pilih Do not configure the network at this time.
Default Route
6. Ketik Hostname yang kita inginkan. 
Hostname
7. Konfigurasi jam pilih.. Jakarta.
Konfigurasi jam
8. Partitioning method, pilih Guided – the entire disk. 
Partitioning method
Kemudian.. enter.
Partitoning Method
9. Partitioning scheme, pilih All files in one partition (recommended for new user).
Partitioning scheme
Finish partitioning and write changes to disk, tekan enter.
Finish partitioning
Write changes to disk, pilih yes.
Write change to disk
10. Proses write to disk sedang berjalan.
Write change to disk
Write change to disk
11. Ketik password rootroot merupakan user tertinggi pada OS Linux, kalo di OS Windows disebut administrator.
Root password
Ketik ulang password untuk verifikasi.
Re-enter password
12. Ketik nama user baru, kalo saya.. debian.
Username
Ketik username untuk akun user baru.
Username
13. Ketik password untuk user baru.
Password user
Verifikasi password user yang baru saja dibuat.
Re-enter password
14. Scan another CD or DVD, pilih No.
Scan CD or DVD
15. Participate in the package usage survey?, ini optional. Pilih yes atau no tidak masalah, saya sudah mencoba memilih keduanya tetapi tak ada efek samping-nya :D
Participate package survey
16. Debian 5 dapat dijalankan dengan GUI ataupun CLI, namun disini dengan CLI karena nantinya kita akan me-nyetting beberapa server dengan CLI. Keuntungan CLI, tidak memakan banyak memory karena berbasis teks. Untuk itu kita hapus tanda (*) pada Desktop environment dengan menekan tombol spasi. Biarkan tanda (*) pada Standard system karena kita akan menjalankan Debian dengan sistem standar alias CLI. Kemudian Continue.
Install software
17. GRUB, GRand Unified Boot Loader merupakan program bawaan OS Linux yang akan berjalan pada saat komputer booting dan berfungsi untuk memilih OS pada komputer bila terdapat lebih dari satu OS. Bila hanya terdapat satu OS(Linux), program tersebut akan menampilkan pilihan untuk masuk OS dengan safe mode(contoh:ubuntu) atau single-user(contoh:debian).
Pilih yes.
GRUB
18. Instalasi selesai, pilih Continue untuk restart.
Restart
19. Setelah restart dan mulai booting, GRUB mulai berjalan. Tekan enter untuk masuk ke OS debian.
Debian
20. Debian 5 sudah ter-install
1.  Kita install paket DHCP server dulu, # apt-get install dhcp3-server

Tunggu hingga proses instalasi berhasil.
2.  Pada bagian selanjutnya kita akan melihat ada pesan eror " failed " ketika PC sedang memulai operasi dari demon dhcp server ini, namun kita tak perlu khawatir atau takut, karena itu merupakan tanda jika konfigurasi ada yang salah, dan tentu saja salah, karena kita belum melakukan konfigurasi apapun, jadi itu tidak masalah karena kita akan mulai mengkonfigurasi setelah selesai installasi.
                                       
3.  Setelah selesai, kita akan mulai melakukan konfigurasi , kita buka file konfigurasi dari dhcp3-server yang berletak didalam folder /etc dengan menggunakan teks editronya, # vim /etc/dhcp3/dhcpd.conf
4.  Bila kita sudah masuk pada file konfigurasi dhcp server, kita coba cari text seperti gambar dibawah ini, dimana pada bagian inilah kita akan melakukan konfigurasi terhadap dhcp server kita. Untuk anda yang menggunakan vim sebagai text editor, anda bisa menggunakan tombol slash "/" di luar area text , lalu mengetikan kata yang ingin kita cari, kita ambil dari keywordnya, misalkan " /A slightly " , setelah itu, kita enter, dan otomatis kata tersebut akan dicari oleh PC, bila belum menekannya kita ketik tombol n untuk melanjutkan mencari kata lainnya yang menyerupai kata tersebut.
5. Setelah kita menemukan bagian tersebut, kita aktifkan konfigurasinya dengan menghapus tanda kres atau "#" pada text tersebut, dimulai dari bagian yang bertuliskan "subnet ... " hingga ke simbol curly brickets " } " , dan kita akan coba masukan konfigurasi satu persatu.
Ket :
Subnet : Jaringan yang akan kita gunakan
Range : Jarak atau range IP yang akan kita berikan pada klien, misalkan dari 10.1 sampai ke jaringan 10.15,   jadi nanti hanya akan ada 15 IP yang diberikan ke klien.
Option domain : Merupakan konfigurasi pengaturan ke domain, kita bisa masukan IP domain atau memasukan nama domainnya.
Option router : Adalah IP yang digunakan sebagai gateway.
Broadcast : Adalah IP broadcast yang kita gunakan.
  Untuk pengaturan lainnya kita gunakan default saja, asalkan pengaturan yang di atas tadi sudah berhasil kita konfigurasi , otomatis dhcp server sudah bisa di hidupkan.
6.  Setelah itu, kita akan menentukan ethernet output, atau ethernet yang terkoneksi dengan jaringan yang akan kita beri dhcp server, sebagi contoh : Bila saya disini memasangkan eth0 sebagai jaringan ke publik ( server ) dan eth1 sebagai jaringan ke klien, dan saya akan memberikan dhcp ke klien, otomatis saya akan mengaktifkan eth1 sebagai output.
  Kita buka file dhcp3-server di folder default , # vim /etc/default/dhcp3-server , lalu kita masukan eth1 pada bagian "interfaces" seperti gambar di bawah ini.
7.  Terakhir, kita restart daemon dhcp3-server dengan perintah # /etc/init.d/dhcp3-server restart
8.  Karena kita tadi mengalami eror pada saat setelah penginstalan, otomatis akan nampak filed terlebih dahulu ketika akan di restart, tapi bila konfigurasi yang kita lakukan sudah benar, maka kita tidak perlu khawatir, karena nanti ketika dhcp aktif, otomatis tidak akan eror lagi. Seperti nampak pada gambar dibawah ini.
 

Leave a Reply

bagi yang mencopy mohon dicantumkan sumbernya

Music

Free Music Online
Free Music Online

yudha tri satya