Panduan Cara Menginstall Debian 5.0 Lenny Berbasis Text (CLI)
1. Installer boot menu, pilih Install lalu tekan enter.
2. Bahasa yang digunakan, pilih Bahasa Inggris alias English.
4. Keyboard layout, pilih American English.
5. Karena kita nantinya akan me-nyetting jaringan pada Debian, pilih No. Bila pilih Yes, kita akan memakai setting-an jaringan secara default.
Kemudian pilih Do not configure the network at this time.
6. Ketik Hostname yang kita inginkan.
7. Konfigurasi jam pilih.. Jakarta.
8. Partitioning method, pilih Guided – the entire disk.
9. Partitioning scheme, pilih All files in one partition (recommended for new user).
Write changes to disk, pilih yes.
10. Proses write to disk sedang berjalan.
11. Ketik password root, root merupakan user tertinggi pada OS Linux, kalo di OS Windows disebut administrator.
Ketik ulang password untuk verifikasi.
12. Ketik nama user baru, kalo saya.. debian.
Ketik username untuk akun user baru.
13. Ketik password untuk user baru.
14. Scan another CD or DVD, pilih No.
15. Participate in the package usage survey?, ini optional. Pilih yes atau no tidak masalah, saya sudah mencoba memilih keduanya tetapi tak ada efek samping-nya 
16. Debian 5 dapat dijalankan dengan GUI ataupun CLI, namun disini dengan CLI karena nantinya kita akan me-nyetting beberapa server dengan CLI. Keuntungan CLI, tidak memakan banyak memory karena berbasis teks. Untuk itu kita hapus tanda (*) pada Desktop environment dengan menekan tombol spasi. Biarkan tanda (*) pada Standard system karena kita akan menjalankan Debian dengan sistem standar alias CLI. Kemudian Continue.
17. GRUB, GRand Unified Boot Loader merupakan program bawaan OS Linux
yang akan berjalan pada saat komputer booting dan berfungsi untuk
memilih OS pada komputer bila terdapat lebih dari satu OS. Bila hanya
terdapat satu OS(Linux), program tersebut akan menampilkan pilihan untuk
masuk OS dengan safe mode(contoh:ubuntu) atau single-user(contoh:debian).
Pilih yes.
18. Instalasi selesai, pilih Continue untuk restart.
19. Setelah restart dan mulai booting, GRUB mulai berjalan. Tekan enter untuk masuk ke OS debian.
20. Debian 5 sudah ter-install
1. Kita install paket DHCP server dulu, # apt-get install dhcp3-server
Tunggu hingga proses instalasi berhasil.
2. Pada bagian selanjutnya kita akan melihat ada pesan eror " failed "
ketika PC sedang memulai operasi dari demon dhcp server ini, namun kita
tak perlu khawatir atau takut, karena itu merupakan tanda jika
konfigurasi ada yang salah, dan tentu saja salah, karena kita belum
melakukan konfigurasi apapun, jadi itu tidak masalah karena kita akan
mulai mengkonfigurasi setelah selesai installasi.

3. Setelah selesai, kita akan mulai melakukan konfigurasi , kita buka
file konfigurasi dari dhcp3-server yang berletak didalam folder /etc
dengan menggunakan teks editronya, # vim /etc/dhcp3/dhcpd.conf
4. Bila kita sudah masuk pada file konfigurasi dhcp server, kita coba
cari text seperti gambar dibawah ini, dimana pada bagian inilah kita
akan melakukan konfigurasi terhadap dhcp server kita. Untuk anda yang
menggunakan vim sebagai text editor, anda bisa menggunakan tombol slash
"/" di luar area text , lalu mengetikan kata yang ingin kita cari, kita
ambil dari keywordnya, misalkan " /A slightly " , setelah itu, kita
enter, dan otomatis kata tersebut akan dicari oleh PC, bila belum
menekannya kita ketik tombol n untuk melanjutkan mencari kata lainnya
yang menyerupai kata tersebut.
5. Setelah kita menemukan bagian tersebut, kita aktifkan konfigurasinya
dengan menghapus tanda kres atau "#" pada text tersebut, dimulai dari
bagian yang bertuliskan "subnet ... " hingga ke simbol curly brickets " }
" , dan kita akan coba masukan konfigurasi satu persatu.
Ket :
Subnet : Jaringan yang akan kita gunakan
Range : Jarak atau range IP yang akan kita berikan pada klien,
misalkan dari 10.1 sampai ke jaringan 10.15, jadi nanti hanya akan ada
15 IP yang diberikan ke klien.
Option domain : Merupakan konfigurasi pengaturan ke domain, kita bisa masukan IP domain atau memasukan nama domainnya.
Option router : Adalah IP yang digunakan sebagai gateway.
Broadcast : Adalah IP broadcast yang kita gunakan.
Untuk pengaturan lainnya kita gunakan default saja, asalkan pengaturan
yang di atas tadi sudah berhasil kita konfigurasi , otomatis dhcp
server sudah bisa di hidupkan.
6. Setelah itu, kita akan menentukan ethernet output, atau ethernet
yang terkoneksi dengan jaringan yang akan kita beri dhcp server, sebagi
contoh : Bila saya disini memasangkan eth0 sebagai jaringan ke publik (
server ) dan eth1 sebagai jaringan ke klien, dan saya akan memberikan
dhcp ke klien, otomatis saya akan mengaktifkan eth1 sebagai output.
Kita buka file dhcp3-server di folder default , # vim
/etc/default/dhcp3-server , lalu kita masukan eth1 pada bagian
"interfaces" seperti gambar di bawah ini.
7. Terakhir, kita restart daemon dhcp3-server dengan perintah # /etc/init.d/dhcp3-server restart
8. Karena kita tadi mengalami eror pada saat setelah penginstalan,
otomatis akan nampak filed terlebih dahulu ketika akan di restart, tapi
bila konfigurasi yang kita lakukan sudah benar, maka kita tidak perlu
khawatir, karena nanti ketika dhcp aktif, otomatis tidak akan eror lagi.
Seperti nampak pada gambar dibawah ini.









